Adsense Menu

Kamis, 28 April 2011

(MAKALAH) Manusia dan Kegelisahan

Judul            : MANUSIA DAN KEGELISAHAN
Mata Kuliah : ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR



I. PENDAHULUAN


 Dalam kehidupan ini setiap manusia mempunyai harapan- harapan dan setiap manusia mempunyai hak untuk itu, tidak seorang pun dapat menghalanginya. Untuk mencapai harapan- harapan itu manusia berusaha, yang mungkin usaha itu dengan mengorbankan apa saja dengan kata lain manusia berusaha dengan sekuat tenaga, setelah berusaha maka orang- orang akan gelisah menunggu dan menanti bagaimana hasil usaha mereka, sesuaikah dengan apa yang mereka korbankan, berhasilkah atau mereka harus kecewa karena gagal.
Sering sekali dalam menunggu hasil- hasil dari usaha mereka, mereka tidak sabar, hati mereka tidak tentram, tidak damai dan lain sebagainya sampai- sampai mereka jarang menggunakan akal sehatnya. Untuk itu di sini kami akan mencoba memberi uraian mengapa kita gelisah, mengapa kitamerasa khawatir, mereka tidak tentram dan hati kita berdebar dalam menunggu di samping itu pula akan diuraikan mengapa dan apa penyebabnya kita merasa demikian serta bagaimana cara menanggulangi kegelisahan dan kekhawatiran yang kita alami. Di sini kami mencoba memberikan gambaran cara pemecahan rasa gelisah yang mungkin dialami, sebab sering kali orang yang mengalami kegelisahan menanggulangi atau menyalurkan dengan hal- hal yang bersifat negatif. Sudah tentu cara- cara ini tidak benar, hal ini terjadi karna dalam pemecahan masalah ini mereka tidak menggunakan akal sehat, dengan kata lain emosi dan rasio mereka tidak stabil lagi dan kadang- kadang malah emosi mereka lebih menonjol sehingga tindakan- tindakan mereka tidak terkontrol. Disamping itu juga kegelisahan dan kekhawatiran ini di alami oleh setiap orang hidup yang mempunyai harapan.

II. ISI

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A. Manusia dan kegelisahan
Takut atau gelisah menurut istilah biasanya disebut ansietas. Ansietas merupakan suatu jenis neurosis yang tanda utamanya adalah rasa cemas atau takut berkebihan, sering sekali datangnya secara tiba- tiba, timbul sebagai akibat dari adanya konflik internal atau konflik dari dalam hati, misalnya perasaan tentang kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya. Takut atau gelisah dalam bahasa arab sering disebut khauf yang artinya keadaan jiwa disaat manusia terancam.
Faktor terjadinya kegelisahan atau kecamasan :
1.   Ketidakmampuan seorang dalamenghadapi kenyataan hidup
2.   Munculnya rasatakut tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
3.   Situasi budaya kita yang belum mapan betul.
4.   Adanya dorongan kegelisahan dari dalam hati nuraninya sendiri.
5.   Adanya perasaan takut kehilangan hak maupun nama baiknya.
6.   Karena sedang menunggu sesuatu.
7.   Faktor dari luar yang terjadi karena lingkungan dimana ia tinggal dan masyarakat sekitarnya.

B. Sebab-sebab timbulnya rasa gelisah
      Rasa gelisah pada seseorang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut:
1. Kurang beriman
Pengaruh iman terhadap jiwa dan kehidupan manusia, diantaranya berani, sebab bagi yang beriman tidak ada yang l ebih kuat dari kekuatan Allah dan tidak ada kebesaran yang melebihi kebesaran Allah.

2 Kurang atau tidak yakin akan kekuatn diri sendiri
Kurang yakin akan kekuatan diri sendiri menjadi seorang yang pengecut, ancaman yang dihadapinya terasa begitu besar sebaliknya diri merasa kecil.
3. Karena merasa bersalah atau berdosa
Karena perbuatan dosa akan mengguncangkan jiwa dan menimbulkan keraguan didalam hatinya, oleh sebab itu orang yang jiwanya labil tidak akan memiliki keyakinan dan keberanian.

C. Bentuk-bentuk kegelisahan
1. Keterasingan
Keterasingan mempunyai arti perihal yang berkenaan dengan ketersisihan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Sumber-sumber dari keterasingan:
~ Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat
contoh: mencuri, angkuh, keras kepala,dll
~ Sikap rendah diri, merasa tidak berharga karena cacat fisik, pendidikan rendah dan sebagainya
2. Kesepian
Perasaan sepi singgah dihati manusia tergantung dari masalah yang menimpa jiwa orang yang mengalaminya. Orang yang mengasingkan diriny sehingga terjadi kesepian mungkin karena kesombonganya atau sikap rendah dirinya. Namun sebab utama orang kesepian adalah takut kehilangan hak hidup dan hak memilih nama baik, selain itu juga disebabkan oleh frustasi.
3. Ketidakpastian
Orang yang pikiranya terganggu tidak lagi berpikir secara jernih, teratur untuk logis mengambil kesimpulan, karena dalam pikiranya selalu menerima rangsangan lain yang baru, sehingga pikiranya kacau.

4. Kecemasan
Menurut Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam :
a. Kecemasan tentang kenyataan
adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakanya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda tertentu atau keadaan tertentu dilingkunganya.
b. Kecemasan neurotis(saraf)
ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah.Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam 3bentuk:
~ Bentuk kecamasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada lingkungan yang kiranya cocok.
~ Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional(phobia)
~ Reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba- tiba
c. Kecemasan moril
merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani.

D. Beberapa Cara Penanggulangan Penderita Ansietas
·        Psikoterapi, yakni memberikan kepastian dan keyakinan bahwa sang penderita akan selalu dilindungi fan dimengerti serta diberikan rasa simpati dan perhatian kepadanya.
·        Berupaya agar dirinya memasuki suatu keadaan yang rileks.
·        Mendekatkan diri kepada Allah
·        Berupaya untuk selalu bepikiran positif

III. KESIMPULAN

Kegelisahan berarti berkaitan erat dengan diri pribadi manusia tersebut sehingga mengapa dia menjadi gelisah. Kegelisahan juga dapat menimbulkan berbagai hal lain seperti keterasingan, kesepian, ketidakpastian, serta kecemasan
Untuk mengatasi kegelisahan diperlukan nilai-nilai agama seperti bersikap Qana’ah (berpikir positif) sehingga ketidaktenangan dan ketidaksabaran alias kecemasannya dapat dikurangi dengan berdo’a kepadaTuhan serta berusaha keras untuk mengatasi hal yang membuatnya menjadi gelisah.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar



 

© Copyright by jeffrihendrapurnama.blogspot.com | Template by BloggerTemplates | Blog Templates at Fifa World